Rabu, 12 September 2012

Kasus Penyalahgunaan Fasilitas Handphone

  
   Handphone kini sudah menjadi alat komunikasi yang sering dijumpai karena menjadi salah satu penanda kehidupan modern. Harganya pun kini bervariasi dan terjangkau bagi semua kalangan, mulai dari sekitar Rp 150.000 hingga sekitar puluhan juta rupiah. Namun karena mudah dimiliki semua orang lah handphone terkadang dijadikan media ‘iseng’ bagi sebagian oknum dan disalah gunakan. Berikut adalah lima contoh kasus penyalahgunaan handphone yang paling sering kita temui.

1. Peredaran Kunci Jawaban UN
 
   Pada masa-masa ujian nasional (UN) seringkali beredar SMS yang memperlihatkan kunci jawaban soal ujian secara keseluruhan. Akurasi kunci yang disebarpun bervariasi, setiap harinya rata-rata akurasi kunci adalah sekitar 75%. Siapa yang menyebarkan SMS tersebut? Ada dua kemungkinan, antara orang yang hanya ingin ‘meramaikan’ suasana UN atau oknum yang sengaja menyebarkannya karena diminta. Oknum tersebut biasanya berhasil mendapatkan soal apa saja yang akan diujikan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Lalu disebarkanlah jawaban yang ia buat kepada yang pernah meminta kepadanya. Namun hal ini tetap memberikan efek ketidakpercayaan saat ternyata jawaban yang dikirim melalui SMS ini banyak yang salah. Batin peserta ujian yang mendapatkannya pun diuji, akan memakai jawabannya sendiri atau percaya terhadap jawaban yang dikirim.

2. Sebarkan atau Tidak Lulus
 
   Yang ini termasuk satu lagi kasus yang beredar di suasana Ujian Nasional. Namun yang dibahas dalam SMS bukan kunci jawabannya tetapi tetap saja menimbulkan ketegangan bagi sebagian peserta ujian.

3. Penipuan Mengatasnamakan Provider
 
   Sama seperti contoh sebelumnya, kasus SMS yang kali ini dibuat atas dasar iseng,serta pelaku menginginkan korban mentransfer sejumlah uang ke rekening pelaku. Biasanya korban yang tergiur akan memenangkan sesuatu, maka korban yang tidak berpikir panjang akan dengan cepat mengalirkan uangnya ke rekening pelaku. Tapi bukannya untung malah buntung. Modus ini sering dijadikan alternatif dalam memanfaatkan bonus SMS yang diberikan beberapa provider daripada membiarkan bonus tersebut hangus, serta murahnya harga sebuah SIM card sehingga pelaku dengan mudah berganti-ganti nomer handphone.

4. Kisah Seram
 
   Sama dengan kasus sebelumnya, tetapi yang kali ini lebih membuat tegang si penerima SMS. Lagi-lagi iseng dijadikan dasar atas penyebaran SMS ini. Namun, jika Anda telah terbiasa dan tahu bahwa SMS berantai ini bohongan Anda malah akan tersenyum.


5. Dari HP Turun ke Hati
 
   Jika kasus sebelumnya dapat menjadi ide cerita film horor, maka contoh kasus yang satu ini dapat menjadi ide sinetron baru yang mengangkat cerita cinta.
Cerita yang satu ini biasanya dimulai dari sebuah  SMS nyasar yang mengajak penerimanya untuk berkenalan. Nomor yang dituju biasanya didapat secara acak atau dari counter handphone. Jika sesuai dengan yang diinginkan, perkenalan pun berlanjut kepada pertukaran facebook, chatting, kopi darat, hingga saling berpikir bahwa jodoh yang tepat sudah ditemukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar